Bab 4: Operator pada C++
OPERATOR PADA C++
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi , seperti penjumlahan , penguranagan dan lain-lain.Operator mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Unary
Sifat unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatika .
Contoh : -5
b. Binary
Sifat binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatika.
Contoh : 4+8
c. Ternary
Sifat terary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatika.
Contoh : 3+2+1
A. Operator aritmatika
Operator Aritmatika
Operator
Keterangan
Contoh
*
Perkalian
4 * 5
\
Pembagian
6 \ 3
%
Sisa pembagian
5 % 2
+
Penjumlahan
7 + 3
-
Pengurangan
8 - 3
Operator Unary
Operator
Keterangan
Contoh
+
Tanda plus
-7
-
Tanda Minus
+8
B. Operator pemberi nilai aritmatika
Sebelumnya kita sudah mengenal operator pemberi nilai (Assignment Operator), yaitu tanda = sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A + 1. Namun dapat disederhanakan menjadi A += dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika . ada beberapa operator pemberi nilai aritmatika ,diantaranya :
Operator
Keterangan
*=
Perkalian
\=
Pembagian
%=
Sisa Pembagian
+=
Penjumlahan
-=
Pengurangan
C. Operator penambah dan pengurang
A = A + 1 atau A = A -1 diserderhanakan menjadi A += 1 atau A -= 1, masih dapat disedeerhanakan lagi menjadi A ++ atau A -- notasi ++ atau – dapat diletakkan di depan atau di belakang variabel .
Contoh : A ++ atau ++ A \ A – atau – A.
Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda :
1 Jika diletakkan didepan variabel , maka proses penamabahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat menjumpai ekspresi ini sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubOperator Relasi
2 Jika diletakkan dibelakang variabel , maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan .
D. Operator Relasi
Operator relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai.Hasil dari perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1(true) atau 0 (false).
Operator
Keterangan
==
Sama dengan (bukan pemberi nilai )
!=
Tidak sama dengan
>
Lebih dari
<
Kurang dari
>=
Lebih dari sama dengan
<=
Kurang lebih sama dengan
E. Operator logika
Operator relasi digunakan menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi.Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numeric 1 (true) atau 0 (false).
Operator
Keterangan
&&
Operator logika AND
||
Operator logika OR
!
Operator logika NOT
Operator logika AND
Operator logika AND digukanan untuk menghubungkan dua aau lebih ekspresi relasi. Akan dianggap benar bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai benar
Operator logika OR
Operasi logika OR digunakan dua atau lebih ekspresi relasi.Akan dianggap benar apabila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai benar dan bila semua ekspresi relasi dihubungkan bernilai salah maka akan bernilai salah .
Operator logika NOT
Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikan dari ekspresi yang disebutkan.Jika nilai yang disebutkan bernilai benar maka akan menghasilkan nilai salah.Begitu pula sebaliknya.
F. Operator Bitwise
Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit.
Operator Bitwise<<(Shift Left)
Operator Bitwise shift left digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kiri.
Contoh : 0 1 1 0 0 1 0 0 1 = 201 → digeser satu bit ke kiri
1 1 0 0 1 0 0 1 0 = 402
Operator Bitwise>>(Shift Right)
Operator Bitwise shift left digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kiri.
Contoh:
0 1 1 0 0 1 0 0 1 = 201 → digeser satu bit ke kanan
0 0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
Operator Bitwise &(And)
Operator bitwise &(And) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan benilai benar (1).
Bit Operand 1
Bit Operand 2
Hasil Operand
0
1
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
Contoh :
1 1 0 0 1 0 0 1 = 201
0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
−−−−−−−−−−−−−
0 1 0 0 0 0 0 0 = 64
Operator Bitwise | (OR)
Operator bitwise | (OR) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1) .
Bit Operand 1
Bit Operand 2
Hasil Operand
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
Contoh:
1 1 0 0 1 0 0 1 = 201
0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
−−−−−−−−−−−−−
1 1 1 0 1 1 0 1 = 237
Operator Bitwise ^ (Exclusive OR)
Operator bitwise^ (XOR) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1).
Bit Operand 1
Bit Operand 2
Hasil Operand
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
Contoh:
1 1 0 0 1 0 0 1 = 201
0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
−−−−−−−−−−−−−
1 0 1 0 1 1 0 1 = 137
Operator Bitwise ~ (NOT)
Operator bitwise ~ (NOT) digunakan untuk membalik nilai bit dari suatu operand.
Bit Operand 1
Hasil Operand
0
1
1
0
Contoh :
0 0 0 0 1 = 1
1 1 1 1 0 = 30
LANGKAH LANGKAH PRAKTIKUM
A. LATIHAN 401
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iosteram.h>
Void main ()
{
Int a, b, c, d;
Cout <<”Masukkan nilai A : “;
Cin>>a;
Cout <<”Masaukkan nilai B : “;
Cin >>b;
C = a & b;
D = a * b;
Cout<<”C = “<<c<<endl;
Cout<<”D = “<<d<<endl;
Getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai A
B. LATIHAN 402
INPUT
#include<stdio.h>
#inclde<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Int a = 10 , b = 5;
Clrscr();
Cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
Cout<<”Nilai ++A = “<<++a<<endl;
Cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
Cout<<”Nilai B = “<<b<<endl;
Cout<<”Nilai ++B = “<<++b<<endl;
Cout<<”Nilai B = “<<b<<endl;
Getch ()
}
OUTPUT
Nilai A = 10
Nilai ++A = 11
Niali A = 11
Nilai B = 5
Nilai ++B = 6
Nilai B = 6
C. LATIHAN 403
INPUT
#include<stdio,h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Int a = 10, b = 5;
Clrscr ();
Cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
Cout<<”Nilai A++ = “<<a++<<endl;
Cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
Cout<<”Nilai B =”<<b<<endl;
Cout<<”Nilai B++ = “<<b<<endl;
Cout<<”Nilai B = “<<endl;
Getch()
}
OUTPUT
Nilai A = 10
Nilai A++ = 11
Nilai A = 11
Nilai B = 5
Nilai B++ = 6
Nilai B = 6
D. LATIHAN 404
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Float a, b, c, d, e, f, x, y;
Clrscr();
Cout<<”Masukkan nilai x = “;
Cin>>x;
Cout<<”Masukkan nilai y = “;
Cin>>y;
a = x = = y;
b = x ! = y;
c = x > y;
d = x < y;
e = x >= y;
f = x <= y;
cout<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” == “<<y<<” = “<<a<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” != “<<y<<” = “<<b<<endl;
cout <<”Hasil dari “<<x<<” > “<<y<<” = “<<c<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” < ”<<y<<” = “<<d<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” >= “ <<y<<” = “<<e<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” <= “<<y<<” = “<<f<<endl;
getch()
}
OUTPUT
Masukkan nilai x = 1
Masukkan nilai y = 2
Hasil dari 1 == 2 = 0
Hasil dari 1 != 2 = 1
Hasil dari 1 > 2 = 0
Hasil dari 1 < 2 = 1
Hasil dari 1 >= 2 = 0
Hasil dari 1 <= 2 = 1
E. LATIHAN 405
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Float a, b, c, d, e, f, g;
Clscr();
Cout<<”Masukkan nilai A = “;
Cin>>a;
Cout<<”Masukkan nilai B = “;
Cin>>b;
Cout<<”Masukkan nilai C = ;
Cin<<c;
d = a + 4 < 10;
e = b > a + 5;
f = c – 3 >= 4;
g = d && e && f;
cout<<endl;
cout<<program ekspresi AND”<<endl;
cout<<”Hasil dari d = a + 4 < 10 = “<<d<<endl;
cout<<”Hasil dari e = b > a + 5 = “<<e<<endl;
cout<<”Hasil dari f = c – 3 >= “<<f<<endl;
cout<<”Hasil dari g = d && e && f = “<<g<<endl;
getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai A = 1
Masukkan nilai B = 2
Masukkan nilai C = 3
Prgram ekspresi AND
Hasil dari d = a + 4<10 = 1
Hasil dari e = b > a + 5 = 0
Hasil dari f = c – 3 > = 4 = 0
Hasil dari g = d && e && f = 0
F. LATIHAN 406
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Float a, b, c, d, e, f, g;
Clrscr ();
Cout<<”Masukkan nilai A = “;
Cin>>a;
Cout<<”Masukkan nilai B = “;
Cin>>b;
Cout<<”Masukkan niali C = “;
Cin>>c;
d = a + 4 < 10;
e = b > a + 5;
f = c – 3 >= 4;
g = d | | e | | f;
cout<<endl;
cout<<”program ekspresi OR”<<endl;
cout<<”Hasil dari d = a + 4 < 10 = “<<d<<endl;
cout<<”Hasil dari e = b > a + 5 = “<<e <<endl;
cout<<”Hasil dari f = c – 3 >= 4 = “<<f<<endl;
cout<<”Hasil dari g = d | | e | | f = “<<g<<endl;
getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai A = 1
Masukkan nilai B = 2
Masukkan nilai C =3
Program ekspresi OR
Hasil dari d = a + 4 <10 = 1
Hasil darl e = b > a + 5 = 0
Hasil dari f = c – 3 > 4 = 0
Hasil dari g = d | | e | | f = 1
G. LATIHAN 407
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Int a, b, c;
Clrscr ();
Cin>>a;
Cout>>”Masukkan nilai A = “;
Cin>>a;
b = (a + 4 < 10 );
c = ! (b) ;
cout<<”program ekspresi NOT”<<endl;
cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
cout<<”Nilai B = “<<b<<endl;
cout<<”Nilai C = “<<c<<endl;
getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai A = 1
Program ekspresi NOT
Nilai A = 1
Nilai B = 1
Nilai C = 0
H. LATIHAN 408
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Int x, y, z, a, b, c, d;
Cout<<”Masukkan nilai x = “;
Cin>>x;
y = x << 1;
z = x >> 1;
a = x & z;
b = x | z;
c = x ^ z;
d = x ~x;
cout<<endl;
cout<<”Hasil dari geser 1 bit ke kiri = “<<y<<endl;
cout<<”Hasil dari geser 1 bit ke kanan = “<<z<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” & “<<z<<” = “<<a<<endl;
cout<<”Hasil dari”<<x<<” | “ <<z<<” = “<<b<<endl;
cout<<”Hasil dari”<<x<<” ^ “ <<z<<” = “<<c<<endl;
cout<<”Hasil dari ~”<<x<<” = <<d<<endl;
getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai x = 1
Hasil dari geser 1 bit ke kiri = 2
Hasil dari geser 1 bit le kanan = 0
Hasil dari 1 & 0 = 0
Hasil dari 1 | 0 = 1
Hasil dari 1 ^ 0 = 1
Hasil dari ~1 = -2
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi , seperti penjumlahan , penguranagan dan lain-lain.Operator mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Unary
Sifat unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatika .
Contoh : -5
b. Binary
Sifat binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatika.
Contoh : 4+8
c. Ternary
Sifat terary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatika.
Contoh : 3+2+1
A. Operator aritmatika
Operator Aritmatika
Operator
Keterangan
Contoh
*
Perkalian
4 * 5
\
Pembagian
6 \ 3
%
Sisa pembagian
5 % 2
+
Penjumlahan
7 + 3
-
Pengurangan
8 - 3
Operator Unary
Operator
Keterangan
Contoh
+
Tanda plus
-7
-
Tanda Minus
+8
B. Operator pemberi nilai aritmatika
Sebelumnya kita sudah mengenal operator pemberi nilai (Assignment Operator), yaitu tanda = sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A + 1. Namun dapat disederhanakan menjadi A += dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika . ada beberapa operator pemberi nilai aritmatika ,diantaranya :
Operator
Keterangan
*=
Perkalian
\=
Pembagian
%=
Sisa Pembagian
+=
Penjumlahan
-=
Pengurangan
C. Operator penambah dan pengurang
A = A + 1 atau A = A -1 diserderhanakan menjadi A += 1 atau A -= 1, masih dapat disedeerhanakan lagi menjadi A ++ atau A -- notasi ++ atau – dapat diletakkan di depan atau di belakang variabel .
Contoh : A ++ atau ++ A \ A – atau – A.
Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda :
1 Jika diletakkan didepan variabel , maka proses penamabahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat menjumpai ekspresi ini sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubOperator Relasi
2 Jika diletakkan dibelakang variabel , maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan .
D. Operator Relasi
Operator relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai.Hasil dari perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1(true) atau 0 (false).
Operator
Keterangan
==
Sama dengan (bukan pemberi nilai )
!=
Tidak sama dengan
>
Lebih dari
<
Kurang dari
>=
Lebih dari sama dengan
<=
Kurang lebih sama dengan
E. Operator logika
Operator relasi digunakan menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi.Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numeric 1 (true) atau 0 (false).
Operator
Keterangan
&&
Operator logika AND
||
Operator logika OR
!
Operator logika NOT
Operator logika AND
Operator logika AND digukanan untuk menghubungkan dua aau lebih ekspresi relasi. Akan dianggap benar bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai benar
Operator logika OR
Operasi logika OR digunakan dua atau lebih ekspresi relasi.Akan dianggap benar apabila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai benar dan bila semua ekspresi relasi dihubungkan bernilai salah maka akan bernilai salah .
Operator logika NOT
Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikan dari ekspresi yang disebutkan.Jika nilai yang disebutkan bernilai benar maka akan menghasilkan nilai salah.Begitu pula sebaliknya.
F. Operator Bitwise
Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit.
Operator Bitwise<<(Shift Left)
Operator Bitwise shift left digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kiri.
Contoh : 0 1 1 0 0 1 0 0 1 = 201 → digeser satu bit ke kiri
1 1 0 0 1 0 0 1 0 = 402
Operator Bitwise>>(Shift Right)
Operator Bitwise shift left digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kiri.
Contoh:
0 1 1 0 0 1 0 0 1 = 201 → digeser satu bit ke kanan
0 0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
Operator Bitwise &(And)
Operator bitwise &(And) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan benilai benar (1).
Bit Operand 1
Bit Operand 2
Hasil Operand
0
1
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
Contoh :
1 1 0 0 1 0 0 1 = 201
0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
−−−−−−−−−−−−−
0 1 0 0 0 0 0 0 = 64
Operator Bitwise | (OR)
Operator bitwise | (OR) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1) .
Bit Operand 1
Bit Operand 2
Hasil Operand
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
Contoh:
1 1 0 0 1 0 0 1 = 201
0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
−−−−−−−−−−−−−
1 1 1 0 1 1 0 1 = 237
Operator Bitwise ^ (Exclusive OR)
Operator bitwise^ (XOR) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1).
Bit Operand 1
Bit Operand 2
Hasil Operand
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
Contoh:
1 1 0 0 1 0 0 1 = 201
0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
−−−−−−−−−−−−−
1 0 1 0 1 1 0 1 = 137
Operator Bitwise ~ (NOT)
Operator bitwise ~ (NOT) digunakan untuk membalik nilai bit dari suatu operand.
Bit Operand 1
Hasil Operand
0
1
1
0
Contoh :
0 0 0 0 1 = 1
1 1 1 1 0 = 30
LANGKAH LANGKAH PRAKTIKUM
A. LATIHAN 401
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iosteram.h>
Void main ()
{
Int a, b, c, d;
Cout <<”Masukkan nilai A : “;
Cin>>a;
Cout <<”Masaukkan nilai B : “;
Cin >>b;
C = a & b;
D = a * b;
Cout<<”C = “<<c<<endl;
Cout<<”D = “<<d<<endl;
Getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai A
B. LATIHAN 402
INPUT
#include<stdio.h>
#inclde<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Int a = 10 , b = 5;
Clrscr();
Cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
Cout<<”Nilai ++A = “<<++a<<endl;
Cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
Cout<<”Nilai B = “<<b<<endl;
Cout<<”Nilai ++B = “<<++b<<endl;
Cout<<”Nilai B = “<<b<<endl;
Getch ()
}
OUTPUT
Nilai A = 10
Nilai ++A = 11
Niali A = 11
Nilai B = 5
Nilai ++B = 6
Nilai B = 6
C. LATIHAN 403
INPUT
#include<stdio,h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Int a = 10, b = 5;
Clrscr ();
Cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
Cout<<”Nilai A++ = “<<a++<<endl;
Cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
Cout<<”Nilai B =”<<b<<endl;
Cout<<”Nilai B++ = “<<b<<endl;
Cout<<”Nilai B = “<<endl;
Getch()
}
OUTPUT
Nilai A = 10
Nilai A++ = 11
Nilai A = 11
Nilai B = 5
Nilai B++ = 6
Nilai B = 6
D. LATIHAN 404
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Float a, b, c, d, e, f, x, y;
Clrscr();
Cout<<”Masukkan nilai x = “;
Cin>>x;
Cout<<”Masukkan nilai y = “;
Cin>>y;
a = x = = y;
b = x ! = y;
c = x > y;
d = x < y;
e = x >= y;
f = x <= y;
cout<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” == “<<y<<” = “<<a<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” != “<<y<<” = “<<b<<endl;
cout <<”Hasil dari “<<x<<” > “<<y<<” = “<<c<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” < ”<<y<<” = “<<d<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” >= “ <<y<<” = “<<e<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” <= “<<y<<” = “<<f<<endl;
getch()
}
OUTPUT
Masukkan nilai x = 1
Masukkan nilai y = 2
Hasil dari 1 == 2 = 0
Hasil dari 1 != 2 = 1
Hasil dari 1 > 2 = 0
Hasil dari 1 < 2 = 1
Hasil dari 1 >= 2 = 0
Hasil dari 1 <= 2 = 1
E. LATIHAN 405
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Float a, b, c, d, e, f, g;
Clscr();
Cout<<”Masukkan nilai A = “;
Cin>>a;
Cout<<”Masukkan nilai B = “;
Cin>>b;
Cout<<”Masukkan nilai C = ;
Cin<<c;
d = a + 4 < 10;
e = b > a + 5;
f = c – 3 >= 4;
g = d && e && f;
cout<<endl;
cout<<program ekspresi AND”<<endl;
cout<<”Hasil dari d = a + 4 < 10 = “<<d<<endl;
cout<<”Hasil dari e = b > a + 5 = “<<e<<endl;
cout<<”Hasil dari f = c – 3 >= “<<f<<endl;
cout<<”Hasil dari g = d && e && f = “<<g<<endl;
getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai A = 1
Masukkan nilai B = 2
Masukkan nilai C = 3
Prgram ekspresi AND
Hasil dari d = a + 4<10 = 1
Hasil dari e = b > a + 5 = 0
Hasil dari f = c – 3 > = 4 = 0
Hasil dari g = d && e && f = 0
F. LATIHAN 406
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Float a, b, c, d, e, f, g;
Clrscr ();
Cout<<”Masukkan nilai A = “;
Cin>>a;
Cout<<”Masukkan nilai B = “;
Cin>>b;
Cout<<”Masukkan niali C = “;
Cin>>c;
d = a + 4 < 10;
e = b > a + 5;
f = c – 3 >= 4;
g = d | | e | | f;
cout<<endl;
cout<<”program ekspresi OR”<<endl;
cout<<”Hasil dari d = a + 4 < 10 = “<<d<<endl;
cout<<”Hasil dari e = b > a + 5 = “<<e <<endl;
cout<<”Hasil dari f = c – 3 >= 4 = “<<f<<endl;
cout<<”Hasil dari g = d | | e | | f = “<<g<<endl;
getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai A = 1
Masukkan nilai B = 2
Masukkan nilai C =3
Program ekspresi OR
Hasil dari d = a + 4 <10 = 1
Hasil darl e = b > a + 5 = 0
Hasil dari f = c – 3 > 4 = 0
Hasil dari g = d | | e | | f = 1
G. LATIHAN 407
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Int a, b, c;
Clrscr ();
Cin>>a;
Cout>>”Masukkan nilai A = “;
Cin>>a;
b = (a + 4 < 10 );
c = ! (b) ;
cout<<”program ekspresi NOT”<<endl;
cout<<”Nilai A = “<<a<<endl;
cout<<”Nilai B = “<<b<<endl;
cout<<”Nilai C = “<<c<<endl;
getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai A = 1
Program ekspresi NOT
Nilai A = 1
Nilai B = 1
Nilai C = 0
H. LATIHAN 408
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Void main()
{
Int x, y, z, a, b, c, d;
Cout<<”Masukkan nilai x = “;
Cin>>x;
y = x << 1;
z = x >> 1;
a = x & z;
b = x | z;
c = x ^ z;
d = x ~x;
cout<<endl;
cout<<”Hasil dari geser 1 bit ke kiri = “<<y<<endl;
cout<<”Hasil dari geser 1 bit ke kanan = “<<z<<endl;
cout<<”Hasil dari “<<x<<” & “<<z<<” = “<<a<<endl;
cout<<”Hasil dari”<<x<<” | “ <<z<<” = “<<b<<endl;
cout<<”Hasil dari”<<x<<” ^ “ <<z<<” = “<<c<<endl;
cout<<”Hasil dari ~”<<x<<” = <<d<<endl;
getch();
}
OUTPUT
Masukkan nilai x = 1
Hasil dari geser 1 bit ke kiri = 2
Hasil dari geser 1 bit le kanan = 0
Hasil dari 1 & 0 = 0
Hasil dari 1 | 0 = 1
Hasil dari 1 ^ 0 = 1
Hasil dari ~1 = -2

Komentar
Posting Komentar