Bab 3: Fungsi manipulator
Fungsi Manipulator
Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. Berikut ini adalah beberapa fungsi manipulator :
1. endl
manipulator endl digunakan untuk menyisipkan karakter newline atau pindah baris. file header
yang disertakan adalah file header iostream.h
2. ends
manipulator ends digunakan untuk menambahkan karakter null (nilai ASCH NOL) ke deretan
suatau karakter. fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter ke file di disk atau
modem dan mengakhirinya dengan karakter NULL. File header yang harus disertakan adalah file
header iostream.h
3. dec, out dan hex
dec, out dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi data dalam
bentuk desimal, ockal dan heksadesimal. file header yang disertakan adalah iomanip.h
4. setprecision()
setprecision() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit
desimal yang ingin ditampilkan. File header yang harus disertakan adalah iomanip.h
5. setbase()
setbase() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan octal,
desimal dan hexadesimal. File header yang harus disertakan adalah iomanip.h
6. setw()
setw() merupakan manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan di layar dari suatu
nilai variabel. File header yang harus disertakan adalah iomanip.h
7. setfill()
setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan suatu karakter
yang diletakkan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw ( ). File header yang harus disertakan
adalah iomanip.h
8. setiosflags()
fungsi setioflags() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah
format keluaran data.Fungsi ini biasa ada pada fungsi cout(). File header yang harus disertakan
adalah iomanip.h
ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags(), antara lain:
a. tanda format perataan kiri dan kanan
ada dua buah data format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. Pengaturan lebar
variabel untuk rata kiri dan kanan dilakukan melalui fungsi setw ( )
-ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri
-ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan
b. tanda format keluaran notasi konversi
-ios::scientific digunakan untuk keluaran dalam bentuk notasi eksponensial
-ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal
c. tanda format konversi dec, oct dan hex
-ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran da;am konversi desimal
-ios::oct digunakaan untuk mengatur keluaran konversi octal
-ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi hexadesimal
d. tanda format manipulasi huruf hexadesimal
Untuk keperluan memenipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadesimal adalah dengan
menggunakan tanda format ios::uppercase
e. tanda format keluaran dasar bilangan hexadesimal dan octal
ios::showbase digunakan unuk menampilkan tanda 0x di awal pada tampilan bilangan
hexadesimal dan 0 di awal pada tampilan bialngan desimal
f. tanda format menampilkan titik desimal
ios::showprint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak
mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double
g. tanda format menampilkan symbol plus (+)
ios::showpos digunakan untuk menampilkan symbol plus (+) pada variabel ang memiliki nilai
bilangan positif
Contoh 1 : Konversi Biner ke Desimal
101011(2) = ..................(10)
101011(2) =(1x32) + (0x16) + (1x8) + (0x4) + (1x2) + (1x1)
= 32 + 0 + 8 + 0 + 2 + 1
= 43(10)
Contoh 2 : Konversi Octal ke Desimal
1732(8) = ..................(10)
1732(8) = (1x83) + (7x82) + (3x81) + (2x80)
= 512 + 448 + 24 + 2
= 986(10)
Contoh 3 : Konversi Hexadesimal ke Desimal
af12 (16) = ..................(10)
af12 (16) = (2x160) + (1x161) + (15x162) + (10x163)
= (2x1) + (1x16) + (15x256) + (10x4096)
= 2 + 16 + 3840 + 40960
= 44818(10)
LANGKAH- LANGKAH PRATIKUM
1. LATIHAN 301
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
void main ( ) {
int a, b, c;
a = 6;
b = 5;
c = a%b;
d = a*b;
cout<<”hasil dari c = a%b adalah “<<c<<endl;
cout<<”hasil dari d = a*b adalah “<<d<<ends;
}
OUTPUT
Nilai c adalah 1
Nilai d adalah 30
2. LATIHAN 302
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
void main ( ) {
int nilai = 10;
cout<<”nilai = “<<nilai<<endl;cout<<”nilai ke octal = “<<oct<<nilai<<endl;
cout<<”nilai ke hexadesimal = “<<hex<<nilai<<endl;
cout<<”nilai ke desimal = “<<dec<<nilai<<endl;getch ( );
}
OUTPUT
Nilai = 10
Nilai ke octal adalah 12
Nilai ke hexadesimal adalah a
Nilai ke desimal adalah 10
3. LATIHAN 303
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
void main ( ) {
float a, b, c;
a = 25.77;
b = 23.45;
c = a*b;
cout<<setiosflags (ios::fixed);
cout<<setiosflags (ios::left) <<setw (10) <<setprecision (1) <<c;
cout<<setiosflags (ios::left) <<setw (20) <<setprecision (2) <<c<<endl;
cout<<setprecision (2) <<c<<endl;
cout<<setiosflags (ios::right) <<setw (10) <<setprecision (4) <<c;
cout<<setiosflags (ios::right) <<setw (20) <<setprecision (5) <<c<<endl;
getch ( );
}
OUTPUT
604.34
604.30652
4. LATIHAN 304
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
void main ( ) {
int a = 250;cout<<setw (10) <<setbase (10) <<a<<endl;
cout<<setw (15) <<setbase (8) <<a<<endl;
cout<<setw (20) <<setbase (16) <<a<<endl;
getch ( );
}
OUTPUT
250
372
5. LATIHAN 305
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
void main ( ) {char a [10] = “hallo”;
cout<<setfill (‘-‘);
cout<<setw (10) <<a<<endl;
cout<<setw (15) <<a<<endl;
cout<<setw (20) <<a<<endl;
getch ( );
}
OUTPUT
-----Hallo
----------Hallo
---------------Hallo
DEMIKIAN TERIMAKASIH
BIODATA: JOHANNES REZA SARAGI
KELAS : 18M02
Diposting oleh johannes reza saragi di 9/21/2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest
Senin, 17 September 2018
langkah-langkah pratikum
A. Mengenal tipe data
Tipe data yaitu untuk mendefinisikan obyek data yang akan dimanupulasikan dalam
sebuah program. Tipe data dasar C++ adalah:
Char: Tipe data untuk membuat angka dan huruf dan hanya bisa menampung 1 tipe
data(variabel).
1 byte, -128 s.d 127
Int: Tipe data untuk angka bilangan bulat
2 byte, -32768 s.d 32767
Short: Tipe data untuk angka bilangan bulat
2 byte, -32768 s.d 32767
Long: Tipe data untuk angka bilangan bulat yang kapasitas nya lebih besar.
4 byte,-2,147,435,648 s.d 2,147,435,647
Float: Tipe data untuk pecahan
4 byte, 3.4 x 10-38 s.d 3.4 x 10 + 38
Double: Tipe data untuk pecahan (kapasitas memori dan nilai lebih besar)
8 byte, 1.7 x 10-308 s.d 1.7 x 10 + 308
Long Doule: Tipe data untuk pecahan (kapasitas memori dan nilai lebih
besar)
10 byte, 3.4 x 10-4932 s.d 1.1 x 10+4932
B. Variabel dan konstanta
1. Variabel adalah tempat untuk menampung data.
contoh:
Ins jumlah
float total_harga
2. konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap.
contoh:
const float pi = 3.14
C. Perintah keluar
Perintah standar output:
` 1. Printf()
Fungsi printf() merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan
untuk menampilkan informasi ke layar.
2. Puts()
Perintah puts() sebenarnya sama dengan printf(),yaitu digunakan untuk
mencetak string ke layar, puts berasal dari kata PUT STRING.
3. Putchar()
Perintah putchart() digunakakn untuk menampilkan sebuah karakter ke layar.
4. Cout()
Fungsi cout() merupakan sebuah obyek di dalam C++ yang digunakan
untuk menampilkan suatu data ke layar. Untuk menggunakan fungsi
cout(),file header iostream.h harus disertakan.
D. Perintah Masukan
Perintah standar input:
1. Scanf()
Fungsi scanf() digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.
2. gets()
Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data string.
3. Cin()
Fungsi Cin() merupakan objek di dalam C++ yang digunakan untuk memasukkan
suatu data.
4. Getch()
Fungsi getch() digunakan untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter
yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol Enter dam karakter
yang dimasukkan tidak akan ditampilkan di layar.
5. Getche()
Fungsi getche() digunakan untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter
yang digunakan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol Enter dan karakter
yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar.
CONTOH
Hasil pratek 13 september 2018
1.Latihan 201
INPUT
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
{
int a = 19;
char b = 's';
float c = 7.50, d = 243.21;
const float pi = 3.14;
printf("%c merupakan abjad yang ke - %d \n", b, a);
printf("bilangan c = %4.if \n", c);
printf("bilangan d = %4.if \n", d);
printf("nilai pi = %f \n", pi);
}
OUTPUT
S merupakan abjad yang ke – 19
Bilangan c = 7.50
Bilangan d = 243.21
Nilai pi = 3.14
2. Latihan 202
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main ( )
{
char a [4] = "ATB" ;
puts ("saya kuliah di ") ;
puts (a) ;
}
OUTPUT
“saya kuliah di ATB”
3. Latihan 203
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main ( )
{
putchar ('A');
putchar (' T');
putchar ('B');
}
OUTPUT
“ATB”
4.Latihan 204
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
void main ( )
{
float a , b , c :
a = 7.5 ;
b = 8.4 ;
c = 0;
cout<<"masukan nilai A ="<<a<< endI ;
cout<<"masukan nilai B =" << b<< endI ; c = a + b ;
cout <<" Nilai C adalah = "<<c ;
geth ( ) ;
}
OUTPUT
Nilai a = 7.5
Nilai b = 8.4
Nilai c = 7.5 + 8.4 = 15.9
5.Latihan 205
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main ( )
{
int a , b , c = 0 ;
printf ("Masukan nilai A = ") ;
scanf ("&d" , &a) ;
printf ("masukan nilai B = ") ;
scantf ("&d" , &b) ;
c = a + b ;
printf("Hasil penjumlahan=&d ,c );
}
OUTPUT
Masukan nilai a : 7.5
Masukan nilai b : 8.4
Nilai c adalah : 15.9
6.Latihan 206
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
Void main ( )
{
char nm1 [20] ;
chat nm2 [20] ;
puts("Masukan nama ke-1 = " ) ;
gets(nm1);
printf("Masukan nama ke-2 = " );
scantf("%s" , &nm2 ) ;
printf("\n\" ) ;
puts("senang berkenalan dengan anda" ) ;
puts(nm1) ;
printf("Senang berkenalan dengan anda %s" , nm2);
}
OUTPUT
Masukan nama ke - 1 =
(Misalnya : a )
Masukan nama ke - 2 =
(Misalnya : b )
Senang berkenalan dengan anda
A
Senang berkenalan dengan anda
B
7. Latihan 207
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
void main ( )
{
float a, b, c ;
a = 7.5 ;
b = 8.4 ;
c = 0 ;
cout<<"Masukan nilai A = " ;
cin>>a ;
cout<<"Masukan nilai B = " ;
cin>>a ;
c = a+b ;
cout<<"Nilai c adalah = " <<c ;
}
OUTPUT
Masukan nilai a = 1 (misalnya 1)
Masukan nilai b = 2 (misalnya 2)
Nilai c adalah : 3
8. Latihan 208
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main ( )
{
char kar ,tar ;
printf("masukan karakter=" );
kar = getch( ) ;
printf("\n tadi anda memasukan kar%c",kar );
printf("\n Masukan karakter=") ;
tar = getche( ) ;
printf("\n tadi anda memasukan tar%c",tar);
getch ( );
}
OUTPUT
Masukan karakter kar : (misalnya a)
tadi anda memasukan kar a
Masukan karakter tar : (misalnya b)
tadi anda memasukan tar b
Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. Berikut ini adalah beberapa fungsi manipulator :
1. endl
manipulator endl digunakan untuk menyisipkan karakter newline atau pindah baris. file header
yang disertakan adalah file header iostream.h
2. ends
manipulator ends digunakan untuk menambahkan karakter null (nilai ASCH NOL) ke deretan
suatau karakter. fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter ke file di disk atau
modem dan mengakhirinya dengan karakter NULL. File header yang harus disertakan adalah file
header iostream.h
3. dec, out dan hex
dec, out dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi data dalam
bentuk desimal, ockal dan heksadesimal. file header yang disertakan adalah iomanip.h
4. setprecision()
setprecision() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit
desimal yang ingin ditampilkan. File header yang harus disertakan adalah iomanip.h
5. setbase()
setbase() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan octal,
desimal dan hexadesimal. File header yang harus disertakan adalah iomanip.h
6. setw()
setw() merupakan manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan di layar dari suatu
nilai variabel. File header yang harus disertakan adalah iomanip.h
7. setfill()
setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan suatu karakter
yang diletakkan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw ( ). File header yang harus disertakan
adalah iomanip.h
8. setiosflags()
fungsi setioflags() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah
format keluaran data.Fungsi ini biasa ada pada fungsi cout(). File header yang harus disertakan
adalah iomanip.h
ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags(), antara lain:
a. tanda format perataan kiri dan kanan
ada dua buah data format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. Pengaturan lebar
variabel untuk rata kiri dan kanan dilakukan melalui fungsi setw ( )
-ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri
-ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan
b. tanda format keluaran notasi konversi
-ios::scientific digunakan untuk keluaran dalam bentuk notasi eksponensial
-ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal
c. tanda format konversi dec, oct dan hex
-ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran da;am konversi desimal
-ios::oct digunakaan untuk mengatur keluaran konversi octal
-ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi hexadesimal
d. tanda format manipulasi huruf hexadesimal
Untuk keperluan memenipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadesimal adalah dengan
menggunakan tanda format ios::uppercase
e. tanda format keluaran dasar bilangan hexadesimal dan octal
ios::showbase digunakan unuk menampilkan tanda 0x di awal pada tampilan bilangan
hexadesimal dan 0 di awal pada tampilan bialngan desimal
f. tanda format menampilkan titik desimal
ios::showprint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak
mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double
g. tanda format menampilkan symbol plus (+)
ios::showpos digunakan untuk menampilkan symbol plus (+) pada variabel ang memiliki nilai
bilangan positif
Contoh 1 : Konversi Biner ke Desimal
101011(2) = ..................(10)
101011(2) =(1x32) + (0x16) + (1x8) + (0x4) + (1x2) + (1x1)
= 32 + 0 + 8 + 0 + 2 + 1
= 43(10)
Contoh 2 : Konversi Octal ke Desimal
1732(8) = ..................(10)
1732(8) = (1x83) + (7x82) + (3x81) + (2x80)
= 512 + 448 + 24 + 2
= 986(10)
Contoh 3 : Konversi Hexadesimal ke Desimal
af12 (16) = ..................(10)
af12 (16) = (2x160) + (1x161) + (15x162) + (10x163)
= (2x1) + (1x16) + (15x256) + (10x4096)
= 2 + 16 + 3840 + 40960
= 44818(10)
LANGKAH- LANGKAH PRATIKUM
1. LATIHAN 301
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
void main ( ) {
int a, b, c;
a = 6;
b = 5;
c = a%b;
d = a*b;
cout<<”hasil dari c = a%b adalah “<<c<<endl;
cout<<”hasil dari d = a*b adalah “<<d<<ends;
}
OUTPUT
Nilai c adalah 1
Nilai d adalah 30
2. LATIHAN 302
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
void main ( ) {
int nilai = 10;
cout<<”nilai = “<<nilai<<endl;cout<<”nilai ke octal = “<<oct<<nilai<<endl;
cout<<”nilai ke hexadesimal = “<<hex<<nilai<<endl;
cout<<”nilai ke desimal = “<<dec<<nilai<<endl;getch ( );
}
OUTPUT
Nilai = 10
Nilai ke octal adalah 12
Nilai ke hexadesimal adalah a
Nilai ke desimal adalah 10
3. LATIHAN 303
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
void main ( ) {
float a, b, c;
a = 25.77;
b = 23.45;
c = a*b;
cout<<setiosflags (ios::fixed);
cout<<setiosflags (ios::left) <<setw (10) <<setprecision (1) <<c;
cout<<setiosflags (ios::left) <<setw (20) <<setprecision (2) <<c<<endl;
cout<<setprecision (2) <<c<<endl;
cout<<setiosflags (ios::right) <<setw (10) <<setprecision (4) <<c;
cout<<setiosflags (ios::right) <<setw (20) <<setprecision (5) <<c<<endl;
getch ( );
}
OUTPUT
604.34
604.30652
4. LATIHAN 304
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
void main ( ) {
int a = 250;cout<<setw (10) <<setbase (10) <<a<<endl;
cout<<setw (15) <<setbase (8) <<a<<endl;
cout<<setw (20) <<setbase (16) <<a<<endl;
getch ( );
}
OUTPUT
250
372
5. LATIHAN 305
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
void main ( ) {char a [10] = “hallo”;
cout<<setfill (‘-‘);
cout<<setw (10) <<a<<endl;
cout<<setw (15) <<a<<endl;
cout<<setw (20) <<a<<endl;
getch ( );
}
OUTPUT
-----Hallo
----------Hallo
---------------Hallo
DEMIKIAN TERIMAKASIH
BIODATA: JOHANNES REZA SARAGI
KELAS : 18M02
Diposting oleh johannes reza saragi di 9/21/2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest
Senin, 17 September 2018
langkah-langkah pratikum
A. Mengenal tipe data
Tipe data yaitu untuk mendefinisikan obyek data yang akan dimanupulasikan dalam
sebuah program. Tipe data dasar C++ adalah:
Char: Tipe data untuk membuat angka dan huruf dan hanya bisa menampung 1 tipe
data(variabel).
1 byte, -128 s.d 127
Int: Tipe data untuk angka bilangan bulat
2 byte, -32768 s.d 32767
Short: Tipe data untuk angka bilangan bulat
2 byte, -32768 s.d 32767
Long: Tipe data untuk angka bilangan bulat yang kapasitas nya lebih besar.
4 byte,-2,147,435,648 s.d 2,147,435,647
Float: Tipe data untuk pecahan
4 byte, 3.4 x 10-38 s.d 3.4 x 10 + 38
Double: Tipe data untuk pecahan (kapasitas memori dan nilai lebih besar)
8 byte, 1.7 x 10-308 s.d 1.7 x 10 + 308
Long Doule: Tipe data untuk pecahan (kapasitas memori dan nilai lebih
besar)
10 byte, 3.4 x 10-4932 s.d 1.1 x 10+4932
B. Variabel dan konstanta
1. Variabel adalah tempat untuk menampung data.
contoh:
Ins jumlah
float total_harga
2. konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap.
contoh:
const float pi = 3.14
C. Perintah keluar
Perintah standar output:
` 1. Printf()
Fungsi printf() merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan
untuk menampilkan informasi ke layar.
2. Puts()
Perintah puts() sebenarnya sama dengan printf(),yaitu digunakan untuk
mencetak string ke layar, puts berasal dari kata PUT STRING.
3. Putchar()
Perintah putchart() digunakakn untuk menampilkan sebuah karakter ke layar.
4. Cout()
Fungsi cout() merupakan sebuah obyek di dalam C++ yang digunakan
untuk menampilkan suatu data ke layar. Untuk menggunakan fungsi
cout(),file header iostream.h harus disertakan.
D. Perintah Masukan
Perintah standar input:
1. Scanf()
Fungsi scanf() digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.
2. gets()
Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data string.
3. Cin()
Fungsi Cin() merupakan objek di dalam C++ yang digunakan untuk memasukkan
suatu data.
4. Getch()
Fungsi getch() digunakan untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter
yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol Enter dam karakter
yang dimasukkan tidak akan ditampilkan di layar.
5. Getche()
Fungsi getche() digunakan untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter
yang digunakan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol Enter dan karakter
yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar.
CONTOH
Hasil pratek 13 september 2018
1.Latihan 201
INPUT
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
{
int a = 19;
char b = 's';
float c = 7.50, d = 243.21;
const float pi = 3.14;
printf("%c merupakan abjad yang ke - %d \n", b, a);
printf("bilangan c = %4.if \n", c);
printf("bilangan d = %4.if \n", d);
printf("nilai pi = %f \n", pi);
}
OUTPUT
S merupakan abjad yang ke – 19
Bilangan c = 7.50
Bilangan d = 243.21
Nilai pi = 3.14
2. Latihan 202
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main ( )
{
char a [4] = "ATB" ;
puts ("saya kuliah di ") ;
puts (a) ;
}
OUTPUT
“saya kuliah di ATB”
3. Latihan 203
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main ( )
{
putchar ('A');
putchar (' T');
putchar ('B');
}
OUTPUT
“ATB”
4.Latihan 204
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
void main ( )
{
float a , b , c :
a = 7.5 ;
b = 8.4 ;
c = 0;
cout<<"masukan nilai A ="<<a<< endI ;
cout<<"masukan nilai B =" << b<< endI ; c = a + b ;
cout <<" Nilai C adalah = "<<c ;
geth ( ) ;
}
OUTPUT
Nilai a = 7.5
Nilai b = 8.4
Nilai c = 7.5 + 8.4 = 15.9
5.Latihan 205
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main ( )
{
int a , b , c = 0 ;
printf ("Masukan nilai A = ") ;
scanf ("&d" , &a) ;
printf ("masukan nilai B = ") ;
scantf ("&d" , &b) ;
c = a + b ;
printf("Hasil penjumlahan=&d ,c );
}
OUTPUT
Masukan nilai a : 7.5
Masukan nilai b : 8.4
Nilai c adalah : 15.9
6.Latihan 206
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
Void main ( )
{
char nm1 [20] ;
chat nm2 [20] ;
puts("Masukan nama ke-1 = " ) ;
gets(nm1);
printf("Masukan nama ke-2 = " );
scantf("%s" , &nm2 ) ;
printf("\n\" ) ;
puts("senang berkenalan dengan anda" ) ;
puts(nm1) ;
printf("Senang berkenalan dengan anda %s" , nm2);
}
OUTPUT
Masukan nama ke - 1 =
(Misalnya : a )
Masukan nama ke - 2 =
(Misalnya : b )
Senang berkenalan dengan anda
A
Senang berkenalan dengan anda
B
7. Latihan 207
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
void main ( )
{
float a, b, c ;
a = 7.5 ;
b = 8.4 ;
c = 0 ;
cout<<"Masukan nilai A = " ;
cin>>a ;
cout<<"Masukan nilai B = " ;
cin>>a ;
c = a+b ;
cout<<"Nilai c adalah = " <<c ;
}
OUTPUT
Masukan nilai a = 1 (misalnya 1)
Masukan nilai b = 2 (misalnya 2)
Nilai c adalah : 3
8. Latihan 208
INPUT
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main ( )
{
char kar ,tar ;
printf("masukan karakter=" );
kar = getch( ) ;
printf("\n tadi anda memasukan kar%c",kar );
printf("\n Masukan karakter=") ;
tar = getche( ) ;
printf("\n tadi anda memasukan tar%c",tar);
getch ( );
}
OUTPUT
Masukan karakter kar : (misalnya a)
tadi anda memasukan kar a
Masukan karakter tar : (misalnya b)
tadi anda memasukan tar b
Komentar
Posting Komentar